Sekitar 26 juta warga Amerika diperkirakan mengajukan tunjangan pengangguran selama lima minggu terakhir. Angka rekor buruk ini mengonfirmasi bahwa semua pekerjaan yang diciptakan selama lonjakan pertumbuhan lapangan kerja terpanjang dalam catatan sejarah AS terhapus hanya selama satu bulan saja akibat mengganasnya covid-19 menghantam perekonomian.Menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (23/04) petang, data mingguan klaim pengangguran dari Departemen Tenaga Kerja AS Kamis ini akan menambah rentetan data ekonomi yang semakin suram. Data ini akan diumumkan di tengah meningkatnya protes terhadap tindakan karantina wilayah untuk mengendalikan penyebaran covid-19.Presiden AS Donald Trump sangat ingin memulai kembali perekonomian negara yang lumpuh. Trump Rabu setempat memuji langkah-langkah yang diambil oleh segelintir negara bagian yang dipimpin Partai Republik untuk mulai membuka kembali ekonomi, kendati para pakar kesehatan memperingatkan adanya potensi lonjakan baru infeksi virus.Klaim awal tunjangan pengangguran AS mungkin mencapai 4,2 juta untuk pekan yang berakhir 18 April, menurut survei terhadap para ekonom. Angka itu masih rendah dari perkiraan dua minggu sebelumnya sebanyak 5,245 juta. Perkiraan survei untuk data Kamis ini mencapai 5,50 juta orang.Berdasarkan perkiraan median, data klaim minggu lalu akan menambah klaim tunjangan pengangguran kumulatif menjadi sekitar 26,2 juta sejak pekan yang berakhir 21 Maret dan ini mencerminkan sekitar 16% dari angkatan tenaga kerja. Ekonomi menciptakan 22 juta pekerjaan selama ledakan pekerjaan yang dimulai pada September 2010 dan akhirnya berhentin pada Februari tahun ini.Dalam laporan gaji pekerja non pertanian Jumat lalu, ekonom memperkirakan 25 juta pekerjaan hilang pada bulan April setelah ekonomi menghapus 701.000 posisi pekerja pada bulan Maret dan ini merupakan tingkat penurunan terbesar dalam 11 tahun.