Pelaku industri kripto kini menyoroti banjir yang melanda Cina selama minggu ini. Banjir ini telah membuat jutaan warga Cina kehilangan tempat tinggal dan ada yang khawatir banyaknya penambang bitcoin yang berlokasi di Provinsi Sichuan yang dilanda banjir itu.Mengutip laporan Bitcoin.com Rabu (05/08) pagi, provinsi yang berada di wilayah Cina Barat Daya, Sichuan terletak di hulu Bendungan Tiga Ngarai. Selama dua bulan terakhir, musim muson 2020 menerjang wilayah itu.Laporan mencatat pada akhir Juni, banjir dari musim hujan ini telah menggusur 744.000 penduduk Cina yang berasal dari 26 provinsi. Laporan terbaru menyoroti bahwa 54 juta warga Cina telah terkena dampak banjir dan 41.000 rumah hancur hingga saat ini.Perkiraan menunjukkan bahwa sekitar 50% dari penambang bitcoin dunia berlokasi di Cina dan konsentrasi penambang terletak di Provinsi Sichuan. Tahun lalu, Coinshares melaporkan konsentrasi penambang di Cina sekitar 64%.Perkiraan baru dari Bitooda menekankan bahwa Cina hanya menyumbang 50% tingkat hash dunia pada tahun 2020. Setiap tahunnya, laporan juga menjelaskan bagaimana para penambang Cina bermigrasi untuk mendapatkan sumber daya tenaga air yang murah selama musim hujan.Selain itu setiap 12 bulan selama beberapa tahun terakhir, laporan telah menunjukkan musim hujan di Cina mendatangkan malapetaka pada fasilitas pertambangan.Pada pukul 11.40 WIB, bitcoin turun 0,56% di $11.247,8 menurut data Investing.com.