Bitcoin masih berpotensi mengalami koreksi lanjutan dari level tertinggi 2020, tetapi analis menunjukkan masih ada banyak dorongan beli dan penguatan kripto ini tampaknya kemungkinan belum berakhir.Harga Bitcoin telah bergerak di kisaran level $10.250 selama tiga hari terakhir, atau turun sekitar 17% dari level tertinggi tahun 2020 mengutip laporan CoinGape (09/08). Penutupan lilin mingguan di atas angka lima digit dinilai sebagai pergerakan bullish oleh analis teknikal, tetapi data bursa kripto dapat mengungkapkan banyak alasan mengapa reli ini belum berakhir.Menurut analisis on-chain dari CryptoQuant, Bitcoin masih bisa memiliki 'dorongan pembelian yang intens' karena bursa memegang lebih banyak stablecoin dan hanya sedikit Bitcoin dibandingkan pada awal tahun ini. CEO, Ki Young Ju (@ki_young_ju), memposting temuan tersebut.Ia menambahkan tiga bursa kripto utama yang memiliki Tether adalah Binance, Huobi, dan OKEx, dan yang menarik, masing-masing punya stablecoin sendiri - yaitu BUSD, HUSD, dan USDK. Hal ini mengakibatkan cadangan BTC ketiganya turun tetapi hal ini juga menunjukkan investor kripto yang memiliki aset bisa lebih lama lagiSementara itu, ada potensi penurunan harga sebesar 35% ke $8.000 seperti yang diprediksi oleh trader kripto Rekt Capital (@rektcapital) namun pergerakan ini dianggap sudah lumrah karena pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.Pada pukul 14.50 WIB, bitcoin melonjak 1,82% ke $10.261,5 menurut data Investing.com.