Bukti jatuhnya ekonomi global oleh pandemi virus covid-19 kembali bertambah pada Selasa (24/03). Terbaru, survei data ekonomi bulan Maret dari Australia dan Jepang menunjukkan rekor penurunan begitu juga survei di Eropa dan Amerika Serikat diperkirakan akan sama mengerikannya.Setelah wabah virus ini melanda Cina dan membuat ekonomi negara terbesar kedua di dunia itu terhenti bulan lalu, kini semakin banyak negara dan wilayah yang melaporkan lonjakan infeksi virus dan meningkatnya jumlah kematian pada bulan Maret menurut laporan yang dilansir Reuters Selasa (24/03) petang.Sejumlah pemerintah melakukan karantina wilayah dan di beberapa tempat tentara juga berpatroli di jalan-jalan untuk menjaga para konsumen dan pekerja tetap berdiam di dalam rumah. Hal ini menghentikan kegiatan layanan dan produksi serta menghancurkan jaringan pasokan global.Merebaknya pembelian bahan pokok di seluruh dunia, perusahaan-perusahaan yang memiliki hutang kini telah bergegas masuk ke pasar uang untuk menimbun dolar tunai. Akibatnya, terjadi kelangkaan atas greenback di pasar global yang mengancam bakal melumpuhkan perusahaan-perusahaan mulai dari maskapai penerbangan hingga perusahaan ritel.Survei indeks manajer pembelian (PMI) dari Jepang menunjukkan sektor jasa menyusut pada rekor tercepat bulan ini dan kegiatan pabrik juga anjlok ke tingkat tertinggi dalam satu dekade.Indeks jasa PMI jatuh ke 32,7 dari 46,8 pada Februari dan PMI manufaktur turun menjadi 44,8 dari 47,8 akhir bulan lalu. Level 50 memisahkan pertumbuhan dari kontraksi.Di Australia, PMI Layanan CBA turun ke rekor terendah 39,8 lantaran restoran, kafe, dan sektor pariwisata terkena dampak dari larangan wisata dan pembatalan acara serta konser.Berikutnya Selasa ini, PMI komposit kawasan euro diperkirakan akan berada di 38,8, tingkat terendah sejak awal 2009. PMI manufaktur dan sektor jasa AS juga diperkirakan berada di posisi terendah multi-tahun masing-masing di 42,8 dan 42,0.