Dolar Amerika Serikat kembali melemah pada Selasa (22/09) pagi setelah kekhawatiran atas pandemi virus dan kebijakan stimulus AS mendorong gelombang aksi jual di pasar keuangan.Indeks dolar AS turun 0,09% ke 93,600 menurut data Investing.com pukul 09.15 WIB. Tak hanya dolar, EUR/USD juga melemah 0,06% di 1,1762 dan GBP/USD turun 0,04% di 1,2809. USD/JPY melemah 0,15% di 104,49.Rupiah pun turun 0,43% di 14.752,5 per dolar AS sampai pukul 09.17 WIB.Menurut laporan yang dilansir Reuters Selasa (22/09) pagi, tekanan aksi jual terus mendera sektor keuangan setelah skandal ‘uang kotor’ terbaru mempermalukan bank-bank global. Tren negatif langsung segera menyebar ke sektor dan kelas aset lain di tengah kekhawatiran tentang kemungkinan tindakan pembatasan baru akibat kian meningkatnya jumlah kasus covid-19.Investor juga khawatir bahwa peluang gelontoran dana stimulus fiskal lanjutan di AS berkurang karena musim kampanye mulai mendominasi panggung politik.Pelemahan poundsterling juga terjadi di tengah rencana pembatasan baru di Inggris karena jumlah kasus virus terus bertambah.Pejabat kesehatan senior Inggris pada Senin mengatakan Inggris akan menghadapi tingkat kematian yang terus meningkat dalam beberapa minggu kecuali tindakan baru segera diambil untuk menghentikan wabah.Surat kabar Telegraph melaporkan Perdana Menteri Boris Johnson akan meminta warga Inggris pada Selasa untuk kembali bekerja dari rumah.