Dolar Amerika Serikat turun tipis pada Rabu (19/08) petang di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi di Amerika Serikat dan pembahasan paket stimulus fiskal lanjutan terus membebani sentimen pasar.Mengutip laporan yang dilansir Reuters Rabu (19/08) petang, pelemahan dolar AS kemarin terjadi dinilai karena efek lanjutan dari program stimulus Federal Reserve yang melemahkan mata uang AS ini dan mendorong indeks saham AS ke rekor tertinggi.Indeks dolar AS turun tipis 0,01% ke 92,250 menurut data Investing.com pukul 13.44 WIB. EUR/USD menguat 0,10% di 1,1941 dan GBP/USD naik 0,15% ke 1,3256. USD/JPY naik 0,08% di 105,51.Adapun rupiah masih beranjak naik 0,35% ke 14,777.5 sampai pukul 13.47 WIB.Meskipun dolar sering dianggap sebagai tempat berlindung investasi di waktu krisis, greenback malah jatuh sejak intervensi Federal Reserve masuk ke pasar keuangan untuk menjaga likuiditas di tengah pandemi covid-19.Kebijakan The Fed telah mendorong aset berisiko ke level tertinggi sepanjang masa dan mengurangi permintaan safe-haven, bahkan ketika data ekonomi memproyeksikan pemulihan ekonomi suram di AS.Investor kini menunggu rilis risalah pertemuan FOMC pada 28-29 Juli hari ini, dengan spekulasi The Fed akan mengadopsi target rata-rata inflasi, yang akan berusaha untuk mendorong inflasi di atas 2% selama beberapa waktu.