Dolar Amerika Serikat bergerak menguat pada Selasa (08/09) pagi dengan investor kini tengah mempertimbangkan apakah perubahan kebijakan akomodatif dari Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini dapat memperlemah euro dan pound kembali turun akibat ketidakpastian Brexit.Pada pukul 09.08 WIB, indeks dolar AS naik 0,47% ke 93,153 menurut data Investing.com. EUR/USD melemah 0,12% di 1,1803 dan GBP/USD turun 0,15% ke 1,3147. USD/JPY naik tipis 0,03% di 106,29.Adapun rupiah kembali turun 0,31% di 14.775,0 per dolar AS sampai pukul 09.10 WIB.Menurut laporan yang dilansir Reuters Selasa (08/09) pagi, fokus utama minggu ini yakni keputusan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis.Mayoritas analis mengharapkan tidak ada perubahan dalam sikap kebijakan bank sentral tersebut tetapi akan mengamati sinyal proyeksi inflasi dan kekhawatiran mengenai penguatan euro.Pertemuan itu terjadi setelah euro mencapai level tertinggi dua tahun tepat di atas $1.20 pada awal bulan dan komentar dari Kepala Ekonom ECB Philip Lane untuk menurunkan nilai mata uang.Pelemahan poundsterling muncul di tengah krisis baru negosiasi perdagangan Uni Eropa-Inggris. Laporan Financial Times mengindikasikan Inggris kemungkinan akan membuat undang-undang untuk mengabaikan kesepakatan Brexit dan hal tersebut bisa memicu masalah baru.Perundingan baru akan dimulai kembali di London pada hari Selasa.