Dolar Amerika Serikat terus menguat pada Kamis (15/10) petang di tengah bertambahnya jumlah kasus virus dan masih belum tercapainya kesepakatan stimulus AS yang membuat investor.Indeks dolar AS kian naik 0,10% di 93,463 pukul 13.34 WIB menurut data Investing.com. EUR/USD turun tipis 0,01% ke 1,1745 dan GBP/USD melemah 0,05% di 1,3005. USD/JPY makin naik 0,13% ke 105,29.Adapun rupiah masih melemah 0,12% di 14.697,5 per dolar AS sampai pukul 13.03 WIB.Mengutip laporan Reuters Kamis (15/1) petang, Prancis telah memberlakukan jam malam seiring melonjaknya jumlah kasus infeksi harian sehingga memicu kekhawatiran mengenai gelombang baru atas tindakan pembatasan di seluruh dunia dapat menghentikan pemulihan global di tengah berkurangnya harapan anggaran stimulus di Amerika Serikat bisa lolos sebelum pemilu presiden 3 November.Selain itu rencana stimulus Amerika Serikat tampaknya terhambat. Penundaan ini telah mendorong dolar AS selama beberapa minggu terakhir sehingga membebani sentimen investor dan meningkatkan permintaan aset yang lebih aman.Sementara tanda-tanda kemajuan perundingan Brexit pun mencuat setelah Uni Eropa dan Inggris akan melanjutkannya melewati batas waktu pada pertengahan Oktober untuk mencoba menjembatani perbedaan pandangan yang mencegah tercapainya kesepakatan perdagangan baru, menurut sumber dan dokumen.