Dolar Amerika Serikat menguat tipis pada Rabu (02/09) pagi setelah pengumuman data aktivitas manufaktur yang optimis, sementara euro melemah akibat aksi ambil untung di pasar mata uang.Indeks dolar AS naik tipis 0,05% ke 92,380 menurut data Investing.com pukul 09.29 WIB. EUR/USD naik tipis 0,03% ke 1,1906 dan GBP/USD turun tipis 0,01% di 1,3379.Menurut laporan yang dilansir Reuters Rabu (02/09) pagi, rilis data ekonomi Selasa menunjukkan aktivitas manufaktur AS meningkat pada bulan Agustus di tengah lonjakan pesanan baru. Angka ini dari Institute for Supply Management AS ini merupakan yang tertinggi sejak November 2018.Data AS tersebut menyusul indikator manufaktur Cina dan Eropa yang sama optimisnya.Greenback telah menurun sejak pekan lalu setelah Federal Reserve mengumumkan akan lebih fokus pada inflasi rata-rata dan mendorong lapangan kerja. Fed juga mengindikasikan suku bunga AS tetap rendah, hal itu telah mendorong trader untuk menjual mata uangnya.Juga mendukung pemulihan greenback, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan Selasa bahwa ia akan membicarakan paket bantuan virus yang macet dengan Ketua DPR Nancy Pelosi. Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan Senat Partai Republik kemungkinan akan mengajukan RUU bantuan covid-19 pada minggu depan.Adapun rupiah kembali jatuh 1,65% ke 14.805,0 per dolar AS sampai pukul 09.31 WIB dan USD/JPY naik 0,09% di 106,05.