Harga emas kembali naik pada Jumat (18/09) pagi seiring penurunan dolar AS  pasca lemahnya data ketenagakerjaan AS dan janji bank sentral global akan melanjutkan suntikan dana stimulus jika diperlukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi yang terkena dampak pandemi covid-19.Harga emas berjangka naik 0,47% ke $1.959,10 per ons menurut data Investing.com pukul 10.40 WIB dan XAU/USD juga naik 0,41% di $1.951,92. Sebaliknya, indeks dolar AS melemah 0,05% ke 92,918.Dikutip dari Reuters Jumat (18/09) pagi, laporan klaim pengangguran mingguan dari Departemen Tenaga Kerja AS tadi malam, data yang dianggap paling tepat untuk mengukur kesehatan ekonomi, menunjukkan hampir 30 juta orang mendapat tunjangan pengangguran di akhir Agustus. Hal tersebut mengindikasikan berlanjutnya dampak krisis kesehatan akibat pandemi covid-19 terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.Bank of England (BOE) mengatakan sedang memantau kemungkinan penerapan untuk memangkas suku bunga di bawah 0% karena ekonomi Inggris menghadapi peningkatan tiga kali lipat jumlah kasus covid-19, pengangguran tinggi dan kemungkinan masalah baru Brexit.Bank of Japan (BOJ) mempertahankan kebijakan moneter dan mengisyaratkan kesiapan untuk meningkatkan stimulus jika meningkatnya jumlah pengangguran akibat pandemi mendorong risiko tingkat deflasi.Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) stabil di level Rp1.030.000 pagi ini dari harga Kamis kemarin menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.37 WIB.