Lembaga konsultan dan riset berbasis di Belanda, TMF Group, mencatat Indonesia berada di urutan teratas negara paling kompleks untuk berbisnis dari Indeks Kompleksitas Bisnis Global (GBCI) periode Juni.Mengutip laporan TMF Group yang dilansir CNN Indonesia Jumat (16/10) mengungkapkan lanskap bisnis internasional lebih kompleks dari sebelumnya.Lembaga konsultan dan riset yang berbasis di Belanda itu menganalisis 250 kriteria dari 77 negara untuk menentukan GBCI tahun ini.Meliputi administrasi bisnis, waktu yang diperlukan untuk memulai bisnis, perubahan dalam undang-undang perpajakan, kebijakan seputar upah dan manfaat, hingga tantangan membuka rekening bank.Selain Indonesia, negara yang masuk dalam peringkat 5 besar tempat paling kompleks untuk berbisnis, yakni Brasil, Argentina, Bolivia, dan Yunani.Tahun lalu, Yunani menempati posisi pertama, tetapi negara itu telah melakukan beberapa perbaikan, sehingga peringkatnya turun tahun ini.Lebih lanjut mengutip Human Resources Online akhir September, Indonesia adalah negara paling kompleks di Asia Pasifik bagi urusan perusahaan, menurut laporan baru oleh TMF Group.Menurut laporan itu dibutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk membubarkan perusahaan, lebih dari satu tahun untuk mendirikan perusahaan publik dan ada undang-undang yang menolak akses investor ke banyak industri.Laporan ini muncul dari Indeks Kompleksitas Bisnis Global (GBCI) 2020 yang ditampilkan dalam aturan dan regulasi.Meskipun lingkungan peraturan Indonesia dianggap sebagai yang paling kompleks di APAC, diikuti oleh Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia. Sebaliknya, Hong Kong, Australia, Vietnam, Filipina, dan Selandia Baru dipandang sebagai negara dengan aturan yang paling tidak kompleks, dengan semua negara memiliki lingkungan legislatif yang mendorong investasi langsung asing (FDI).