Realisasi investasi sektor kelautan dan perikanan mayoritas didominasi oleh investor asal Cina menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan terjadi lonjakan investasi Cina di RI saat pandemi. Sementara BI dan PBOC juga menyepakati penggunaan Yuan dan Rupiah untuk transaksi kedua negara.Dominasi ini dibandingkan dengan negara Asia Timur lain seperti Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, dan Taiwan, Sekretaris Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Berny A Subki menyampaikan seperti dikutip dari CNN Indonesia Kamis (01/10).Berdasarkan data yang dipaparkan, sepanjang semester I 2020 investasi Cina di sektor kelautan dan perikanan sebesar Rp550,11 miliar atau 86,05 persen dari total realisasi investasi negara Asia Timur sebesar Rp639,29 miliar.Sedangkan mengutip DetikFinance Kamis pekan lalu, Duta Besar Indonesia untuk Cina dan Mongolia Djauhari Oratmangun posisi Cina kini sudah berada di peringkat kedua setelah Singapura kala pandemi.Lantaran, investasi Cina di Indonesia telah meningkat 9% sepanjang semester I-2020 lalu yakni menjadi US$ 2,4 miliar dari US$ 2,2 miliar pada semester I-2019.Cina, sambung Djauhari, juga masih menjadi mitra dagang terbesar buat Indonesia dengan nilai perdagangan dua arah keduanya mencapai US$ 42,1 miliar.Di bidang pengembangan teknologi digital, Indonesia dan Cina juga aktif menjajaki kerjasama, khususnya di bidang e-commerce, fintech, dan infrastruktur digital.Ini ditunjang salah satu faktornya penggunaan Yuan dan Rupiah untuk transaksi kedua negara. Menurut Valid News Rabu (30/08), Bank Indonesia dan People’s Bank of China menyepakati pembentukan kerangka kerja sama untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung (Local Currency Settlement/LCS).Kesepakatan tersebut dituangkan melalui penandatangan Nota Kesepahaman pada Rabu (30/9). Hal tersebut akan memperluas kerangka kerja sama LCS yang telah ada antara Bank Indonesia dengan Bank of Thailand, Bank Negara Malaysia, dan Kementerian Keuangan Jepang.Kesepakatan tersebut meliputi, antara lain, penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung dan perdagangan antarbank untuk mata uang yuan dan rupiah.Kerja sama ini akan diperkuat melalui sharing informasi dan diskusi secara berkala antara otoritas Cina dan Indonesia.Kolaborasi antara People’s Bank of China dan Bank Indonesia dinilai penting dalam memperkuat kerja sama keuangan bilateral antara Cina dan Indonesia.Otoritas kedua negara itu pun memandang hal tersebut akan berkontribusi positif dalam mendorong penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian perdagangan dan investasi langsung antara kedua negara.