Sentimen bisnis perusahaan-perusahaan Asia meningkat pada kuartal ketiga karena pelonggaran pembatasan virus telah mendorong tingkat penjualan, tetapi ketidakpastian seputar pandemi bisa kembali menggagalkan pemulihan bisnis, hasil survei menunjukkan.Prospek perusahaan Asia untuk enam bulan ke depan yang dipantau oleh INSEAD melalui Asian Business Sentiment Index melonjak menjadi 53 pada kuartal ketiga dari level terendah 11 tahun di 35 pada kuartal kedua, menurut survei dari 103 perusahaan di 11 negara-negara Asia-Pasifik seperti yang dilaporkan Reuters Rabu (23/09) pagi.Angka itu juga lebih besar dari level 50 poin, yang menunjukkan pandangan positif.Survei tersebut dilakukan ketika pelonggaran pembatasan virus di seluruh Asia telah mengurangi tekanan ekonomi yang terpukul parah, meskipun pengalamannya masih bervariasi di seluruh kawasan, dengan beberapa negara masih mengalami resesi dan lainnya seperti Cina, mulai stabil pulih.Lebih dari dua pertiga perusahaan yang disurvei mengatakan mereka melihat pandemi, atau lonjakan jumlah kasus baru covid-19, sebagai risiko tertinggi. Sekitar 14% mengatakan resesi global adalah kekhawatiran terbesar mereka, sementara sisanya mengisyaratkan ketidakpastian dari atas pemilu di AS pada November mendatang dan juga risiko lainnya.Sekitar 28% perusahaan di kuartal ketiga berpandangan positif terhadap prospek mereka, survei menunjukkan, naik tajam dari 7,6% di kuartal kedua. Sekitar 60% dari perusahaan yang disurvei mengatakan mereka tidak mempekerjakan atau memberhentikan karyawan pada kuartal ini, berbeda dengan survei kuartal kedua di mana 63% mengatakan mereka telah memangkas pekerjaan.Perusahaan yang disurvei termasuk Oil Search yang terdaftar di Australia, produsen sepeda motor India Hero MotoCorp dan perusahaan manufaktur mobil asal Jepang Suzuki Motor Corp.Survei tersebut dilakukan antara 31 Agustus hingga 14 September.