iah mempertahankan keunggulan di hadapan dolar AS dan banyak mata uang lainnya. Mata uang Paman Sam itu dibuat keok hingga ke level terdalamnya di angka Rp14.665 pada Senin, 12 Oktober 2020 siang.Baca Juga: Nasib Perusahaan Milik Prajogo Pangestu: Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya, Kompak Telan Pil PahitSampai dengan pukul 14.20 WIB, rupiah bertahan dengan apresiasi 0,31% ke level Rp14.667 per dolar AS. Jika dikalkulasikan, apresiasi itu setara dengan 0,76% dalam sepekan terakhir. Bahkan, jika ditarik lebih jauh lagi, rupiah unggul 1,24% dalam sebulan.Baca Juga: Senin, 12 Oktober 2020: Rupiah Is the Best, Bye-Bye Dolar AS!Keunggulan rupiah di hadapan dolar AS belum ada apa-apanya. Sebab, tiga mata uang global lainnya pun kini ditekan lebih dalam oleh rupiah, yaitu dolar Australia (0,45%), euro (0,37%), dan poundsterling (0,23%).ÂSecara bersamaan, mayoritas mata uang regional ikut disapu oleh rupiah, kecuali dolar Taiwan (-0,92%). Ditopang oleh pelonggaran PSBB dan kabar vaksin Covid-19 akan tersedia pada November 2020 ini, rupiah unggul terhadap yuan (0,73%), baht (0,63%), won (0,62%), dolar Singapura (0,41%), ringgit (0,34%), dolar Hong Kong (0,32%), dan yen (0,23%).Penulis/Editor: Lestari NingsihFoto: M Risyal Hidayat