Badan Pusat Statistik (BPS) RI kembali mengumumkan neraca perdagangan Indonesia untuk bulan April 2020 pada Jumat (15/05) pagi ini. BPS menyatakan adanya penurunan neraca dagang RI April ini dan ekspor pun mengalami penurunan.Neraca perdagangan Indonesia pada April 2020 tercatat defisit tipis US$ 350 juta mengutip laporan DetikFinance Jumat (15/05). Angka ini berasal dari ekspor sebesar US$ 12,19 miliar dan impor sebesar US$ 12,54 miliar.Sementara ekspor April 2020 sebesar US$ 12,19 miliar. Angka ini turun 7,02% dibandingkan posisi pada bulan yang sama tahun lalu. Jika dibandingkan Maret 2020 angkanya juga turun 13,33%.Lebih lanjut ungkap Suhariyanto mengutip laporan, penurunan ekspor terjadi di migas dan nonmigas.Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, ekspor dan impor yang melambat ini sejalan dengan ekonomi berbagai dunia yang mengalami pelemahan dan kontraksi. Di sisi lain angka inflasi Indonesia dan berbagai negara lain juga alami perlambatan, mengindikasikan permintaan melemah.Selain itu, hampir semua komoditas harganya turun selama Maret-April 2020. Misalnya harga minyak sawit dari Maret ke April turun 4,1% dan batu bara turun 12,14%.Namun ada komoditas non migas yang harganya meningkat, seperti minyak kernel, emas, dan perak.Adapun untuk impor menurut data Investing.com, Indonesia mencatat defisit 18,58% dari sebelumnya turun hanya 0,75%.