Total  (PA:TOTF) pendapatan layanan komunikasi tetap di Indonesia diperkirakan akan meningkat dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 12,6% dari US$2,7 miliar pada tahun 2019 menjadi US$4,9 miliar hingga 2024, dan ini didorong oleh pertumbuhan kuat dari langganan layanan broadband tetap, menurut GlobalData, perusahaan data dan analitik terkenal.Mengutip laporan perkiraan dari GlobalData.com Senin (22/06), perusahaan memprediksi bahwa meskipun wabah covid-19 bisa memperlambat pertumbuhan selama tahun 2020, dampak pandemi pada sektor tetap akan relatif ringan.Pendapatan layanan suara tetap akan meningkat dengan CAGR sebesar 5,1% selama periode 2019-2024, didukung oleh adopsi yang semakin meningkat untuk solusi layanan suara berbasis Internet Protocol (IP). Sementara, pendapatan broadband tetap akan tumbuh dengan CAGR besar mencapai 14,3%, didorong oleh pertumbuhan langganan FTTH/B, didukung oleh investasi berkelanjutan oleh operator dan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur serat optik.Deepa Dhingra, Analis Telekomunikasi di GlobalData, mengatakan: “ARPU broadband tetap akan turun dari US$18,19 pada 2019 menjadi US$13,98 pada akhir 2024, karena diskon agresif yang ditawarkan pada paket multi-play oleh operator, untuk menambah pelanggan baru. ARPU suara tetap juga akan turun dari US$2,84 pada 2019 menjadi US$1,70 pada 2024.“Telkom (JK:TLKM) Indonesia diperkirakan mempertahankan pangsa pasar terbesar di segmen telepon tetap dan broadband selama periode perkiraan 2019-2024. Jejak kuat Telkom Indonesia di segmen circuit-switched dan VoIP akan mendukung posisi kepemimpinannya di segmen layanan suara tetap hingga 2024. Telkom juga akan memimpin segmen broadband hingga 2024, dengan fokus kuat pada perluasan jangkauan jaringan serat optik di seluruh Indonesia.”