Harga Bitcoin telah melonjak 50% hingga 128% terhadap mata uang global sejak awal tahun 2020 dan analis yakin tren tersebut bakal dapat terus berlanjut.Diberitakan Cointelegraph Jumat (21/08), data dari seorang analis yang menggunakan nama samaran membandingkan kinerja Bitcoin (BTC) terhadap mata uang global sejak awal tahun 2020 dan data itu menunjukkan bahwa BTC telah meningkat antara 50% hingga 128% terhadap mata uang utama dunia.Bitcoin mencatatkan kinerja yang jauh lebih baik terhadap mata uang yang mengalami devaluasi, seringkali dengan tingkat inflasi tinggi. Misalnya, peso Argentina mencatat 53,9% pada tahun 2019, tertinggi selama lebih dari 30 tahun.Terhadap lira Brasil dan peso Argentina, Bitcoin membukukan keuntungan 128,4% dan 103,5%. Aset digital juga mencatat keuntungan 56% hingga 69% terhadap mata uang cadangan global seperti dolar AS dan euro.Bolivar Venezuela juga menurun tajam terhadap Bitcoin di tengah hiperinflasi yang tidak terkendali. Sifat tidak stabil dari banyak negara di Amerika Latin sering kali mendongkrak level tertinggi baru sepanjang masa untuk transaksi Bitcoin peer-to-peer di Venezuela dan Argentina.Sejak awal tahun 2020 investor Wall Street terkenal, seperti miliarder Paul Tudor-Jones menjelaskan Bitcoin sebagai potensi aset lindung nilai terhadap inflasi. MicroStrategy, perusahaan publik bernilai miliaran dolar di AS, juga baru-baru ini membeli Bitcoin senilai $250 juta sebagai aset treasury utamanya.Performa kinclong Bitcoin terhadap semua mata uang global dari tahun ke tahun dapat memperkuat argumen bahwa BTC berkembang sebagai aset penyimpan nilai.Pada pukul 15.02 WIB, bitcoin bergerak menguat 1,02% ke $11.824.8 menurut data Investing.com.