Rupiah beranjak melemah terhadap dolar Amerika Serikat hingga penutupan perdagangan Rabu (14/10) petang. Pelemahan rupiah terjadi di tengah mencuatnya sentimen luar negeri soal perkembangan vaksin dan stimulus AS serta poundsterling masih bergerak melemah jelang perundingan Brexit antara pemimpin Eropa dan PM Inggris hari ini.Rupiah ditutup turun 0,20% di 14.710,0 per dolar AS sampai pukul 14.59 WIB menurut data Investing.com. Diberitakan Vibiznews Rabu (14/10), untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 14.710, kemudian bergerak lemah ke Rp14.753, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 14.710.Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar merangkak naik di pasar uang Eropa setelah rebound; terangkat sebagai safe haven di tengah ketidakpastian perkembangan vaksin virus corona dan stimulus fiskal di AS.Analis melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa menanjak. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp 14.605 – Rp 14.907.Adapun poundsterling masih melemah terhadap dolar AS pada Rabu (14/10) petang jelang pertemuan puncak para pemimpin Uni Eropa pada hari Kamis dan Jumat.GBP/USD masih turun 0,02% di 1,2931 pukul 16.17 WIB.Pertemuan itu diharapkan akan memberi kejelasan lebih lanjut mengenai prospek masa depan Brexit mengutip laporan Poundsterlinglive.com Rabu (14/10).PM Boris Johnson, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Charles Michel akan melaksanakan konferensi membahas soal Brexit hari ini untuk mencoba mendorong negosiasi perdagangan Brexit menjelang pertemuan kunci para pemimpin Uni Eropa.Para pemimpin Uni Eropa akan bertemu pada hari Kamis dan Jumat di pertemuan puncak Dewan Eropa di mana negosiasi perdagangan menjadi agenda, dan para pemimpin akan diminta untuk menyetujui seperti apa kesepakatan akhir dan mempertimbangkan konsesi apa yang dapat diberikan untuk Inggris untuk mengamankan kesepakatan sebelum berakhirnya batas waktu masa transisi pada akhir tahun ini.