Rupiah berakhir melemah tipis terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (01/09) petang. Pelemahan dolar AS hari ini mengurangi tekanan terhadap rupiah dan poundsterling kian menguat pasca perubahan kebijakan moneter bank sentral AS.Rupiah ditutup turun tipis 0,07% atau 10 poin di 14.570,0 per dolar AS menurut data Investing.com hingga pukul 14.59 WIB. Melansir Vibiznews Selasa (01/09), perdagangan hari ini rupiah vs dollar dibuka menguat ke Rp 14.535, kemudian bergerak lemah ke Rp14.613, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 14.562.Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar beranjak turun di pasar uang Eropa setelah merosot 2 hari; tertekan oleh kebijakan suku bunga rendah the Fed yang diperpanjang dan berada di posisi 2 tahun terendahnya.Dolar AS semakin melemah pada Selasa petang lantaran trader kini menilai kebijakan baru Federal Reserve terkait inflasi sebagai alasan meyakinkan untuk menjual greenback.Indeks dolar AS turun 0,19% ke 91,955 mengutip data Investing.com pukul 15.57 WIB.Perubahan besar kebijakan Fed pekan lalu untuk lebih fokus kepada inflasi rata-rata dan mendorong lapangan pekerjaan bermakna ada kelonggaran untuk mempertahankan suku bunga acuan rendah lebih lama lagi. Hal ini mendorong sentimen negatif pasar terhadap dolar untuk menjual mata uang AS tersebut.Sementara itu dikutip dari Poundsterlinglive.com, poundsterling kian naik melawan dolar AS pada Selasa (01/09) petang ini. Pergerakan ini tidak terlepas dari melemahnya dolar AS sore ini akibat perubahan kebijakan the Fed.GBP/USD menguat 0,40% di 1,3422 menurut data Investing.com pukul 16.01 WIB.