Rupiah bergerak turun melawan dolar Amerika Serikat hingga penutupan perdagangan Rabu (30/09) petang. Pasca debat capres AS, rupiah pun berakhir di zona merah akibat kenaikan dolar AS dan poundsterling bergerak melemah pasca indikasi suku bunga negatif dari bank sentral Inggris (BOE)Rupiah ditutup turun 0,24% di 14.880,0 per dolar AS hingga pukul 14.57 WIB menurut data Investing.com. Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI) dikutip dari CNN Indonesia Rabu (30/09), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.918 per dolar AS atau menguat tipis dari Rp14.920 per dolar AS pada perdagangan sebelumnya.Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan menguat 0,14 persen, won Korea Selatan melemah 0,04 persen, peso Filipina menguat 0,03 persen, rupee India menguat 0,11 persen, yuan China menguat 0,04 persen, dan ringgit Malaysia menguat 0,04 persen.Sebaliknya, dolar Singapura melemah 0,08 persen dan bath Thailand melemah 0,20 persen. Sementara Yen Jepang terpantau masih stagnan.Analis mengatakan pelemahan dolar dipicu debat calon presiden Amerika Serikat yang dianggap tak mencerminkan visi-misi mereka ke depan. Investor tidak dapat memutuskan pemenang, karena menganggap tidak ada kandidat yang mencetak keunggulan yang menentukan.Investor juga pesimistis bahwa RUU stimulus tambahan untuk covid-19 di AS akan segera disahkan oleh Kongres.Dari Inggris, poundsterling kian melemah terhadap dolar AS pada Rabu (30/09) petang ini setelah pasar bereaksi terhadap komentar Gubernur Bank of England Andrew (BOE) Bailey tentang prospek suku bunga Inggris bisa berubah negatif di masa depan.GBP/USD turun 0,21% di 1,2834 per pukul 16.57 WIB menurut data Investing.com.Diberitakan Poundsterlinglive.com Rabu (30/09), Bailey mengatakan pada siaran virtual yang diselenggarakan oleh Universitas Queens di Belfast bahwa MPC memiliki pikiran terbuka tentang apakah dan kapan harus memotong Suku Bunga dasar ke 0% atau di bawahnya.