Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan transaksi kartu debit dan kartu kredit turun sebesar 18,9% di masa pandemi dan sempat tumbuh 5,7% pada Juli 2020. Begitu pula, BBCA mencatatkan kenaikan jumlah kartu kredit pada bulan Juli.Sementara itu dilansir Liputan6 Selasa (29/09), berbagai pelayanan bank melalui sistem digital mengalami peningkatan. Transaksi transfer, simpanan dan lainnya maik 37,8 persen. Penggunaan uang elektronik juga ikut naik hingga 65 persen.Bos Bank Indonesia ini menilai digitalisasi merupakan sistem yang perlu dijawab industri perbankan dengan transformasi. Transformasi ini juga harus diiringi dengan model bisnis yang sesuai dengan sistem digitalisasi yang berkembang dengan cepat.Pada akhirnya, kata Perry dibalik pandemi Covid-19 ini digitalisasi menjadi pilihan model bisnis yang semakin diminati masyarakat. Model bisnisnya harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang saat ini memiliki keterbatasan dalam beraktivitas sosial.Kondisi ini disebabkan menurunnya aktivitas ekonomi pada kuartal II 2020 tambah Perry. Hal yang sama juga terjadi pada transaksi non-tunai menggunakan ATM, kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik. Pada bulan Mei 2020 mengalami penurunan 24,46 persen (yoy).Namun kata Perry, bila dipilah lebih rinci, transaksi uang elektronik dan volume transaksi digital banking pada Mei 2020 tumbuh cukup tinggi. Transaksi uang elektronik tumbuh 17,31 persen (yoy) dan transaksi digital banking sebesar 30,33 persen (yoy).Adapun pada Juli 2020 menurut Katadata Rabu (23/09), Bank Indonesia mencatat nilai transaksi kartu kredit sebesar Rp 18,1 triliun sepanjang Juli 2020. Jumlah itu meningkat sekitar 5,7% dibandingkan bulan sebelumnya. Ini merupakan peningkatan kedua kalinya pada tahun ini, lantaran nilai transaksi terus merosot sejak Februari 2020.Kenaikan juga terjadi pada volume transaksi. Sebanyak 21,6 juta transaksi dengan kartu kredit terjadi pada bulan ketujuh ini. Naik 3,2% dibandingkan Juni 2020.Meski begitu, nilai dan volume transaksi kartu kredit ini masih lebih rendah dibandingkan Juli 2019. Nilai transaksi turun 39,5%, sementara volume transaksi turun 29%.Sementara itu diberitakan Bisnis.com awal bulan ini, PT Bank Central Asia (JK:BBCA) Tbk. masih menerbitkan kartu kredit baru dengan pertumbuhan yang cukup signifikan di tengah penyebaran pandemi Covid-19.Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengatakan hingga paruh pertama 2020, perseroan mencatatkan peningkatan jumlah kartu kredit sekitar 8% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu menjadi 4,1 juta kartu. Sementara itu, jumlah transaksi kartu kredit tercatat sebesar 38,6 juta dan nilai transaksi kartu kredit BCA senilai Rp28,6 Triliun.Adapun, segmen yang menopang pertumbuhan ini antara lain food and beverages dan bisnis fesyen. Kedua segmen ini juga merupakan penggerak pertumbuhan penggunaan transaksi kartu kredit pada Juli 2020.