Virus covid-19 semakin membebani sentimen konsumen global, tetapi dampaknya bisa sangat bervariasi. Ambil contoh Jepang, penyebaran wabah virus di negara itu cukup ringan lapor Bloomberg Selasa (10/03) pagi.Tetapi menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi utama, kepercayaan konsumen menerima pukulan yang paling besar, menurut publikasi survei harian di 12 negara oleh Morning Consult, penyedia data intelijen. Alasan utamanya bahwa para pembeli Jepang sudah cukup menjalani lingkungan negatif berkat ekonominya yang melesu dan kenaikan pajak terbaru pada barang-barang konsumen.Sebaliknya, Cina memiliki tingkat sentimen konsumen tertinggi. Pada angka 139,4, ini dua kali lipat lebih dari tingkat Jepang dalam survei yang sama, meski Cina telah menjadi pusat penyebaran virus bersama dengan kasus terbanyak dan jumlah kematian terbanyak. Kurangnya kebebasan pers dan akses internet terbatas menjadi bagian dari alasan optimisme yang relatif karena mengendalikan informasi dapat mengurangi rasa takut dan panik menurut peneliti.Ketika investor mencoba mencari tahu apa arti virus bagi ekonomi, ada beberapa faktor kunci yang membuat negara-negara rentan terhadap penurunan sentimen konsumen, ungkap survei itu. Pertama, konteks penting. Jepang, AS dan Jerman sudah mengalami memudarnya kepercayaan ketika virus menyerang dan pembacaan sentimen kepercayaan secara signifikan lebih rendah daripada negara lain seperti AS, yang berada di dekat level tertinggi sepanjang masa.Berapa banyak rumah tangga yang berinvestasi dalam saham juga sangat penting. Dan mengingat kejatuhan terbaru pasar, negara-negara dengan persentase tinggi orang yang berinvestasi di pasar saham lebih cenderung melihat kepercayaan belanja terkikis. Jika itu tetap ada, permintaan untuk pembelian besar seperti peralatan dan mobil akan mulai berantakan. Itu mengkhawatirkan bagi AS, yang memiliki tingkat tertinggi rumah tangga berinvestasi sebanyak 50% lebih.Semua ini membuat analis percaya bahwa kepercayaan konsumen akan terus melemah di seluruh dunia. Itu utamanya menjadi masalah bagi Amerika karena tergantung pada pengeluaran konsumen bagi sekitar 70% dari kegiatan ekonominya, lebih besar dari ekonomi utama lainnya.